Kinerja Kapolres Ternate Disorot Tajam, Kapolda Diminta Turun Tangan

Sebarkan:
Ketua Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara, Sarjan H. Rivai.
TERNATE - Kasus pencurian fasilitas publik berskala besar kembali mengguncang Maluku Utara. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate dilaporkan kehilangan kabel instalasi utama akibat digondol oleh orang tak dikenal (OTK). Nilai kerugian dari hilangnya aset vital penunjang pelayanan kesehatan ini tidak main-main: ditaksir menembus angka lebih dari Rp2 miliar.

Ironisnya, pengadaan kabel yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku Utara ini raib tanpa jejak yang jelas.

Wakil Direktur Keuangan RSUD Chasan Boesoirie, Agung, membenarkan terjadinya peristiwa kriminal tersebut saat dikonfirmasi baru-baru ini. Meski begitu, ia memilih bersikap irit bicara dan enggan merinci lebih jauh mengenai kronologi kejadian maupun nilai kerugian material secara mendetail.

"Iya benar, dan sekarang sudah dalam proses di Polres," ujarnya singkat saat dikonfirmasi Media baru-baru ini.

Agung memilih melemparkan bola panas informasi ini ke bagian internal lain di rumah sakit demi akurasi data. "Kami kurang tahu pastinya, hubungi Kabag Umum," tandas Agung.

Penyelidikan yang Jalan di Tempat?

Aksi pencurian ini diduga bukan perkara kriminal biasa, melainkan operasi terencana yang menyasar infrastruktur vital. Namun, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, aparat penegak hukum tampak masih meraba-raba di dalam kegelapan untuk menemukan dalangnya.

Kasat Reskrim Polres Kota Ternate, AKP Bakry Syahruddin, saat dikonfirmasi pada Jumat (05/07/2026), mengakui bahwa korps berseragam cokelat tersebut belum berhasil mengendus identitas pelaku pelaku pencurian. Namun, ia menegaskan pihak kepolisian tidak tinggal diam.

"Untuk kasus pencurian kabel RSUD sejauh ini blm di temukan titik terang siapa pelakunya. Namun proses mencari informasi terkait petunjuk atas kejadian tersebut, tetap terus kami lakukan," kata Bakry.

Demi memecahkan kebuntuan penegakan hukum, Polres Kota Ternate kini mencoba mencocokkan pola kejahatan (modus operandi) dengan wilayah hukum tetangga. Pihak penyidik berharap ada benang merah atau keterkaitan sindikat yang bergerak lintas wilayah.

"Termasuk melakukan kordinasi dengan Polres-Polres wilayah Maluku Utara terkait pencurian kabel yang terjadi di wilayah mereka dengan harapan adanya keterkaitan dengan pencurian kabel yang di alami oleh RSU Ternate," tandasnya.

Kinerja Kapolres Disorot, Kapolda Didesak Turun Tangan

Kelambatan polisi dalam mengungkap dalang di balik hilangnya aset bernilai miliaran rupiah ini memicu reaksi keras dari publik. Ketua Pimpinan Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara, Sarjan H. Rivai, menilai ada kejenuhan dan ketidakberesan dalam manajemen penegakan hukum di Ternate.

Sarjan membeberkan fakta bahwa hilangnya kabel instalasi milik RSUD Chasan Boesoirie ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2025 lalu. Baginya, jika kasus ini masih mandek hingga memasuki pertengahan tahun 2026, maka profesionalisme jajaran pimpinan kepolisian setempat layak dipertanyakan secara serius.

"Untuk itu kami mendesak Kapolda Maluku Utara, Brigen Pol. Arif Budiman untuk jadikan kasus hilangnya kabel instalasi di RSUD Chasan Bosoiri sebagai atensi karena kabel instalasi itu dibeli menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Maluku Utara," pinta Sarjan.

Ia juga menambahkan kritik tajam langsung ke pucuk pimpinan Polres Ternate "Untuk itu kami mendesak Kapolda Maluku Utara, Brigen Pol. Arif Budiman untuk jadikan kasus hilangnya kabel instalasi di RSUD Chasan Bosoiri sebagai atensi karena kabel instalasi itu dibeli menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Maluku Utara," pinta Sarjan.

Kini, bola liar kasus raibnya kabel miliaran rupiah ini berada di tangan Polda Maluku Utara. Publik menanti, apakah aparat mampu menyeret sang maling ke jeruji besi, atau kasus ini akan menguap begitu saja menjadi catatan kelam perlindungan aset daerah di Bumi Rempah.* (Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini